by

Cara Mengatasi Anak Tantrum Didepan Umum, Emosi Bukanlah Solusi

Menangani anak yang tantrum atau seringkali marah-marah bukan hal yang mudah, terlebih ditempat umum. Terkadang banyak orang tua yang lepas kontrol dalam menghadapi anak yang seperti ini.

Akibatnya anak yang tantrum tidak bisa diam, malah lebih menjadi-jadi. Tantrum sendiri adalah emosi berlebih yang terjadi pada seseorang yang bermasalah pada aspek emosionalnya. Tantrum ditandai dengan sikap marah yang meledak-ledak, menangis, keras kepala, berteriak, bergulung dan sulit menenangkan diri.

Tantrum yang terjadi pada anak sifatnya wajar, namun orang tua juga tetap harus menghentikanya, agar tidak menjadi sebuah kebiasaan. Apalagi usia 15 bulan keatas adalah masa dimana anak-anak sudah mulai bisa merasakan sesuatu, namun belum memiliki kemampuan mengutarakan melalui ucapan dengan jelas..

Jenis Tantrum Pada Anak Yang Harus Diketahui Orang Tua

Untuk mengatasi anak yang tantrum, tentunya para orang tua harus mengetahui terlebih dahulu pada jenis yang mana tantrum tersebut.

Jangan sampai salah untuk mengambil langkah, karena setiap jenis tantrum pada anak memiliki cara mengatasi yang berbeda, tentu akan berdampak pada emosi dan karakter anak kedepanya. Berikut macam-macam jenis tantrum serta cara penangananya.

Tantrum Frutasi

Anak yang tantrum jenis ini biasanya terjadi pada anak rentang usia 18 bulan. Karena belum mampu mengapresiasikan yang dirasakan kepada orang lain.

Umumnya yang mengalami tantrum jenis ini terjadi karena faktor kelelahan, kelaparan, gagal melakukan sesuatu, merasa tidak nyaman, terancam, dan sakit.

Tips untuk menghadapai anak yang tantrum yang mengalami gejala tantrum frustasi. Dekati anak terlebih dahulu, menanyakan kiranya apa yang sedang dibutuhkan, membantu melakukan hal yang tidak mampu diselesaikan oleh anak.

Jika sedang ditempat umum, orang tua bisa melakukan pendekatan salah satunya dengan mensejajarkan tinggi anak, orang tua bisa sedikit jongkok, diposisi inilah anak yang tantrum bisa merasa lebih nyaman.

Jika semuanya sudah diselesaikan, selanjutnya yang dilakukan adalah memberikan edukasi kalau yang dilakukan tersebut bukan hal yang baik  dan memberikan stimulus agar tidak melakukan ulang sikap tersebut.

Ajarkan anak untuk meminta tolong, mengatakan apapun yang dirasakan dan jangan segan untuk memberikan pujian pada anak yang berhasil melakukan aktivitasnya tanpa melibatkan emosi.

Tantrum Manipulatif

Tantrum manipulatif umumnya terjadi pada anak yang tantrum dan merasa keinginanya tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini terjadi karena ada penolakan dan dibuat-buat oleh anak-anak agar orang lain memenuhi apa yang diharapkan.

Tidak semua anak melewati fase di tantrum manipulatif. Namun  tidak sulit ditemukan anak-anak dengan indikasi tantrum manipulatif di sektor publik, pusat perbelanjaan misanya. Yang perlu dilakukan orang tua pertama kali adalah tenang dan menahan emosi, kemudian membawa anak terlebih dahulu ketempat yang lebih sepi dan nyaman,

selanjutnya anak ditenangkan sambil memberitahu bahwa yang dilakukan itu bukan hal yang benar. Namun, jika memang tetap tidak bisa dikendalikan, yang orang tua lakukan adalah membiarkan. Biarkan anak melakukan apapun semaunya, namun tetap dibawah pengawasan orang tua.

Mereka sedang belajar yang namanya regulasi emosi diri sendiri, jika orang tua terus menuruti setiap apapun yang diinginkan anak dan memanjakanya, maka anak yang tantrum tersebut akan terus tantrum ketika ingin mendapatkan apapun yang dia inginkan.

Sesekali ditanya “sudah selesai nangisnya nak,” sambil diberikan penjelasan bahwa tidak semua yang diinginkan bisa didapatkan saat ini juga. Sekalipun jangan pernah membohongi anak dengan berkata “diem dulu” atau “mama tinggal”.

Begitulah solusi menangani anak yang tantrum dan pentingnya manajemen emosi sejak dini, apapun yang dilakukan sejak dini, akan menjadi peganggan hidup hingga kelak dewasa.